Mengembangkan kemampuan keterampilan hubungan pada anak yaitu dengan melatih anak bermain peran sehingga anak mampu mengolah emosinya serta mampu berinterkasi dengan baik terhadap orang lain. Dikaitkan dengan keadaan sekarang yang sedang mengalami pandemi Covid-19, cara mengembangkan ketrampilan hubungan pada anak yaitu dengan orang tua yang selalu mendampingi anak dalam melakukan kegiatan belajar dan orang tua berusaha membuat permainan peran untuk anak tersebut dapat dilakukan dengan kakak atau adik yang ada di rumah, sehingga mampu meciptakan keterampilan hubungan dengan individu lain.

Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Kristen Anak Usia Dini (PKAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Febri Kurnia Manoppo, M.Pd.K saat diwawancarai pihak Smart FM Manado dalam program Smart Morning Post dengan topik bagaimana interaksi anak usia dini di masa pandemi Covid-19, Rabu (08/07/20) menyampaikan bahwa makna interaksi sosial bagi anak usia dini saat berinteraksi dengan orang lain dalam rangka kegiatan sosialisasi yang bertujuan baik untuk dirinya sendiri, orang tua, teman sebaya maupun orang lain disekitarnya. Dijelaskannya, keterampilan yang perlu dimiliki oleh anak usia dini yakni keterampilan hubungan atau relationship skill dan ada beberapa komponen penting di dalamnya yang mendukung keterampilan hubungan, diantaranya keterampilan dalam komunikasi, keterampilan dalam keterlibatan sosial atau sosial engagement supaya anak tidak bersikap anti sosial tetapi bersikap pro sosial, keterampilan how to build a relationship sehingga anak tidak hanya egosentris tetapi bagaimana membangun relasi dengan orang lain dan keterampilan team work atau kerja tim. “Keterampilan mendengarkan, menyimak, berbicara, membaca dan menulis juga penting dilihat atau diperhatikan oleh orang tua” tambahnya.

Menurut peneliti di bidang PAUD ini, prinsipnya merdeka belajar jadi Guru atau orang tua tidak boleh mendikte atau memaksakan anak hanya sekedar mentransfer pengetahuan karena mereka bukan sekedar objek tapi juga subjek yakni pelaku dalam pendidikan. Guru dan orang tua diharapkan dapat menstimulus tumbuh kembang mereka dengan pola asuh atau Parenting Style yang cocok dengan keadaan sekarang. “Pendampingan orang tua selain guru lewat intensional parenting atau positive parenting jangan biarkan anak dengan gadget sepanjang hari, harus ada edukasi tentang literasi digital untuk menjaga kesehatan mental dan fisik, proses pendampingan kepada anak secara terstruktur sehingga pada suatu anak akan mencapai maturity (kematangan) dan akan menjadi anak yang mandiri sesuai tujuan pendidikan anak usia dini. Kemudian, proses literasi seperti story telling, bermain peran secara menyenangkan, metode pajanan atau labelisasi huruf dan angka dalam meningkatkan daya pikir anak dari low order thinking skill ke high order thinking skill. Dan tidak lupa membangun komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak ataupun orang tua dengan guru sehingga terjalin sinergi” tutup Asesor BAN PAUD NF Sulawesi Utara.

Penulis : DOP
Editor : JJL
Sumber : MBC IAKN Manado

X