Mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi sudah menjadi tanggung jawab setiap Program Studi (Prodi) di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado termasuk Prodi Pastoral Konseling Fakultas Teologi. Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis IAKN Manado ke-13 Prodi Pastoral Konseling melaksanakan Webinar dengan mengambil tema “Eksistensi Pelayanan Pastoral Konseling di Era New Normal”, Kamis (23/07/20).

Webinar kali ini menghadirkan narasumber lintas negara yaitu Pdt. Dr. Welman Boba yang merupakan Oicumenical CO-Worker di World Mission Department Gereja Protestan Pfalz Jerman. Selain itu, ada juga narasumber dari internal lembaga yaitu Pdt. Yohan Brek, S.Th., M.Pd dan Pdt. Hesky Opit, S.Th., M.A selaku Dosen Pastoral IAKN Manado.

Webinar dituntun oleh Ryanto Adilang, M.Th sebagai Moderator dan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara oleh Farno B. A. Gerung, M.Th selaku Dekan Fakultas Teologi.  Dalam sambutannya, Dekan mengapresiasi pelaksanaan webinar Pastoral Konseling karena kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-13 IAKN Manado. Menurutnya, Teologi adalah ilmu yang dinamis, ia tidak statis dan masyarakat selalu mengalami perubahan. Oleh karena itu, Bagaimana Pastoral Konseling membaca fenomena baru ini yakni fenomena pandemi covid 19. Dekan juga Berharap diskusi kali ini akan begitu menarik, akan menyinggung masalah baru atau perkembangan baru dan  isu-isu  terkini.

Pdt. Dr. Welman Boba dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa Pastoral Konseling akan tetap eksis sepanjang masa. Menurutnya, Pastoral Konseling bergerak dan mengambil tempat di wilayah inti kebutuhan manusia. Inti kebutuhan tersebut dari masa ke masa, di setiap generasi tidak berubah. Dijelaskannya, yang namanya sakit hati, sakit jiwa, luka batin putus asa, kecewa dari dahulu tetap sama. Tetapi, penyebab dan akibat yang ditimbulkannya berbeda di setiap zaman. Jadi, muatan dan intensi Pastoral Konseling tetap, hanya tampilan, kemasan dan metodenya bergerak serta beradaptasi mengikuti bentuk perkembangan masalah di setiap zaman.

Pdt. Yohan Brek, S.Th., M.Pd dalam materinya “Kepekaan Pelayanan Pastoral di Era New Normal” menyampaikan dasar kepekaan pastoral  adalah perintah Tuhan Yesus, Kasih dan Empati. Dijelaskannya, daya kepekaan pastoral dibagi dalam empat bagian diantaranya sensitivitas pelayanan pastoral, sensibilitas pelayanan pastoral, suseptibilitas pelayanan pastoral dan aksesibilitas pelayanan pastoral. Ditambahkannya, tujuan akhir kepekaan pastoral adalah perkuat iman dan imun.

Pdt. Hesky Opit, S.Th., M.A dalam pemaparan materinya tentang pelayanan Pastoral Konseling: krisis di era new normal menyampaikan bagaimana kita masuki era new normal dengan keadaan yang ada. Menurutnya, sejak masuknya pandemi kita sudah masuk dalam keadaan new normal. Setiap manusia berbeda tidak ada yang sama. Sehingga dalam menyikapi situasi atau kondisi yang ada perlu diperhatikan. Dijelaskannya, orang yang tidak mampu beradapatasi akan mengalami suatu tekanan, akan depresi atau stres. Selain itu, menyikapi kondisi yang ada di era saat ini setiap orang harus mampu beradaptasi dengan teknologi. Ditambahkannya, kita sebagai pelayan Tuhan harus jelih dengan keadaan jemaat atau orang yang ada disekitar. Sebagai konselor harus bisa menanggapi dengan cermat apa yang terjadi dengan lingkungan sekitar. Kita harus mampu menerapkan kasih.

Webinar yang dibuka untuk umum dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari pemerhati Pastoral Konseling, Psikolog Kristen, Akademisi, Pelayan Gereja, Mahasiswa dan Praktisi Pastoral Konseling dari dalam dan luar Sulawesi Utara.

 

Penulis             : DOP
Editor               : JJL
Foto                 : Screen Capture Youtube
Sumber            : MBC IAKN Manado

X